Sejarah
Home > Klub > Sejarah

Didorong kecintaan Budi Hartono (CEO PT Djarum) pada bulutangkis serta tingginya kegemaran karyawan PT Djarum bermain dan berlatih pada olah raga yang sama. Maka pada tahun 1969 brak (tempat karyawan melinting rokok) di jalan Bitingan Lama (sekarang jalan Lukmonohadi) No. 35 - Kudus pada sore hari digunakan sebagai tempat berlatih bulutangkis di bawah nama komunitas Kudus.

Berawal dari situ, lahirlah atlit muda berbakat, Liem Swie King yang meraih prestasi demi prestasi secara gemilang, menumbuhkan keinginan Budi Hartono untuk serius mengembangkan kegiatan komunitas Kudus menjadi organisasi PB Djarum.

1969

Karyawan Djarum mulai berlatih secara rutin di brak Bitingan Lama.

1970

Brak menjadi tempat latihan masyarakat di luar karyawan Djarum.

1972

Prestasi nasional pertama diraih Liem Swie King meraih Juara Tunggal Putra Junior di Piala Munadi.

1974

PB Djarum Kudus diresmikan, diketuai Setyo Margono.

1976

PB Djarum Semarang diresmikan. Liem Swie King mencapai All England Final, namun dikalahkan oleh Rudy Hartono.

1978

Liem Swie King menjadi pemain PB Djarum pertama yang menjuarai Tunggal Putra All England. Liem Swie King tercatat menjadi Juara Tunggal Putra asal Indonesia ketiga.

1979

Liem Swie King mengulangi sukses tahun sebelumnya dengan menjadi Juara All England lagi.

1981

Liem Swie King menjadi juara All England untuk ketiga kalinya. Kartono / Heryanto menjadi Juara Ganda Putra All England.

1982

Sarana bulutangkis terpadu dibuka di Kaliputu - Kudus.

1984

Indonesia kembali merebut Thomas Cup. Tujuh dari delapan anggota tim Thomas berasal dari PB Djarum. Kartono / Heryanto kembali menjadi Juara Ganda Putra All England.

1985

PB Djarum Jakarta diresmikan

1986

PB Djarum Surabaya diresmikan

1989

Atas dukungan Christian Hadinata pusat pelatihan di Jakarta diputuskan sebagai tempat pelatihan Pemain Ganda (Putra, Putri, dan Campuran). Runner-up Kejuaraan Dunia melalui Tunggal Putra kita Ardy B. Wiranata.

1990

Terjadi unifikasi, PB Djarum Kudus dengan PB Djarum Jakarta, menjadi PB Djarum.

1991

Juara I All England melalui Tunggal Putra Ardy B. Wiranata. Ardy adalah orang Indonesia ke-4 yang mampu menjadi Juara Tunggal Putra All England

1992

Alan Budikusuma meraih medali emas tunggal putra Olimpiade Barcelona. Kemudian, Ardy B. Wiranata (tunggal putra) dan Eddy Hartono/Gunawan (ganda putra) meraih medali perak Olimpiade Barcelona. Di tahun yang sama Eddy Hartono/Gunawan meraih Juara Ganda Putra All England

1993

Juara I All England Tunggal Putra melalui Haryanto Arbi, Piala Dunia melalui Tunggal Putra Alan Budi Kusuma

1994

Juara I All England Tunggal Putra melalui Haryanto Arbi. Gunawan / Bambang Suprianto menjadi Juara Ganda Putra All England

1995

Juara I Kejuaraan Dunia Tunggal Putra diraih oleh Haryanto Arbi.

1996

Perunggu Olimpiade Atlanta dimenangkan oleh Ganda Putra Antonius / Denny Kantono.

1997

Sigit Budiarto / Chandra Wijaya menjadi Juara Dunia.

2000

Perak Olimpiade Ganda Campuran melalui Trikus Haryanto / Minarti Timur.

2003

Sigit Budiarto / Candra Wijaya menjuarai All England.

2004

PB Djarum mulai pembangunan GOR bulutangkis bertaraf internasional di jalan Jati - Kudus. Di atas lahan 43.207

2006

GOR Jati diresmikan.

2008

Medali Perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 di China, disumbangkan oleh Maria Kristin Yulianti melalui nomor tunggal putri

2009

Maria Febe Kusumastuti (tunggal putri) dan Dionysius Hayom Rumbaka (tunggal putra) berhasil menembus ke jajaran persaingan elit level dunia

2010

Tontowi Ahmad, Fran Kurniawan, Mohammad Ahsan dan Meiliana Jauhari yang merupakan atlet ganda PB Djarum, berhasil menjadi atlet ganda andalan Indonesia dan menembus ke jajaran persiangan elit level dunia.

2012

Setelah penantian selama 33 tahun, Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir berhasil menjadi juara Ganda Campuran All England.

2013

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juara Ganda Campuran All England untuk kali kedua dan BWF World Championships.
M. Ahsan/Hendra S. juga berhasil menjadi juara Ganda Pria BWF World Championships.

2014

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir hattrick Ganda Campuran All England. M. Ahsan/Hendra S. memecah puasa gelar 11 tahun Ganda Putra dengan menjadi juara All England.

2015

Atlet PB Djarum, M. Ahsan yang berpasangan dengan Hendra Setiawan menjadi Juara Dunia Ganda Putra 2015.

Djarum Foundation meresmikan GOR Bulutangkis yang bertaraf internasional di Magelang.

2016

Pasangan ganda campuran asal PB Djarum, Praveen Jordan/Debby Susanto meraih mahkota gelar juara All England 2016 yang berlangsung di Barclay Arena, Birmingham, Inggris.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas ganda campuran Olimpiade Rio de Janeiro.