Wawancara
Home > Berita > Audisi Umum > [Audisi Umum 2019] Final Audisi Dinilai Langsung Para Pelatih PB Djarum
20 November 2019
[Audisi Umum 2019] Final Audisi Dinilai Langsung Para Pelatih PB Djarum
 
 

Jika dalam rangkaian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di lima kota tim pencari bakat terdiri dari para legenda dan beberapa pelatih, namun di fase final audisi tim pencari bakat murni seluruhnya adalah pelatih PB Djarum.

Masih dihelat di GOR Djarum, Jarti Kudus, Rabu (20/11), tim pelatih PB Djarum terdiri dari Andreas Adityawarman, Reni, Nimas Rani Wijayanti, Engga Setiawan, Bandar Sigit, Ajib Kurniawan, Sulaeman, Ellen Angelina,  Juniar Setioko Tenggono, Ferry, Ali Yuli Wahyu Hartanto, Rusmanto Djoko Semaun, dan Hastomo Arby.

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi menilai para jajaran pelatih PB Djarum akan menguratori dan menilai bakat-bakat para peserta peraih Super Tiket selama tiga hari gelaran final.

Mereka akan bertanding sesuai kelompok umur dan dipantau langsung oleh para pelatih PB Djarum sehingga kami bisa menilai bakat dan kemampuan para peserta seobjektif mungkin,” tutur Fung.

Baca juga : [Audisi Umum 2019] Chelsea Peserta Paling Jauh Yang Meraih Super Tiket

Pada hari pertama, (20/11), para atlet akan menjalani dua kali pertandingan dengan sistem full games. Begitu pula babak kedua yang digelar di hari berikutnya, Kamis (21/11), para peserta akan kembali bertanding sebanyak dua kali sesuai kategori usia. Sedangkan di hari terakhir, Jumat (22/11), para peserta terlebih dulu menjalani beep test atau tes berlari terus-menerus di antara dua garis yang berjarak kurang lebih 20 meter, selama terdengar suara beep yang sudah direkam. Pada sore di hari yang sama, mereka kembali menjalani pertandingan.

Dari Final Audisi Umum yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, akan diumumkan siapa saja peserta-peserta yang melangkah ke tahap karantina. Para peserta yang masuk karantina ditentukan oleh penilaian dari jajaran pelatih PB Djarum. Sedangkan hasil pertandingan peserta menjadi bahan pertimbangan penjurian. Fase karantina digelar selama satu pekan, dimulai pada tanggal 23-29 November 2019 di dua GOR Djarum di Jati dan Kaliputu.

“Di fase karantina ini, kami akan memperhatikan kegigihan para peserta dalam menjalani proses pembinaan. Kemudian yang kedua adalah kemampuan untuk beradaptasi,” Fung menjelaskan.

Setelah fase karantina, PB Djarum akan mengumumkan siapa saja peserta yang berhasil menerima Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan klub yang bermarkas di Kudus ini. (ah)

Baca juga : [Audisi Umum 2019] David Ingin Teruskan Cita-Cita Sang Ayah