Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Ellen Angelina, Juara Lahirkan Juara
28 Januari 2013
Ellen Angelina, Juara Lahirkan Juara

Di balik kisah sukses Maria Febe Kusumastuti, pemain tunggal putri asal PB Djarum, ternyata “dibidani” oleh mantan pemain nasional Ellen Angelina. Febe yang telah meraih berbagai gelar juara, semasa di pemusatan latihan PB Djarum di Kudus di gembleng oleh Ellen.

Ellen Angelina yang lahir di Salatiga, 36 tahun lalu. Setelah pensiun dari hiruk pikuk bulutangkis dunia kini menjadi salah satu pelatih tunggal putri yang di miliki PB Djarum. Ia terlihat selalu mendampingi anak asuhya jika sedang mengikuti berbagai turnamen termasuk Sirkuit Nasional (Sirnas). Tak jarang Cik Ellen, demikian ia biasa di panggil, memompa semangat juang atletnya yang tengah bertanding di tengah lapangan.

Ellen Angelina merupakan pemain era tahun 2000an. Ia seangkatan dengan pemain putri Indonesia lainnya seperti Lidya Djaelawijaya dan Cindana Hartono. Semasa ia mengayunkan raket, ia sempat berhadapan dengan beberapa pemain kelas atas dunia seperti Gong Zhichao, Xie Xinfang, Camilla Martin, Mia Audina, Zhou Mi dan sejumlah pemain dunia lainnya.

Mengingat nama Xie Xinfang, mantan ratu bulutangkis dunia asal China, ada rasa kekecewaan dalam diri Ellen yang tidak bisa di lupakannya. Ia nyaris menjadi juara pada kejuaraan Asia tahun 2000. Setelah mengalahkan andalan Korea Selatan  Lee Kyung Woon dengan mudah di babak semifinal, ia harus berhadapan dengan Xie Xinfang di babak final. Menang mudah di game pertama dengan II-2, ia harus menyerah di dua game berikutnya dengan 7-11, 3-11.

“Saya menderita kekalahan karena tidak tahan dengan permainan reli-reli panjang,” ujar Ellen.

Elen juga beberapa kali mencatatakan diri menjadi juara di turnamen Internasional. Di tahun 1997 dua kali ia merebut gelar juara. Di seputar bulan Maret 1997, Ia menggondol gelar juara tunggal putri pada kejuaraan Malaysia International 1997. Di final, ia mengalahkan andalan Singapura Zarinah Abdullah. Di medio Juni 1997 ia juga berhasil menyabet gelar juara tunggal putri pada kejuaraan Indonesia International 1997. Dalam partai All Indonesian Final, Ellen mengalahkan rekannnya Olivia dengan straigt game.

Puncak karir Ellen sebagai pemain tunggal putri terjadi di tahun 2001. Dan itu terjadi selepas ia tak lagi menjadi pemain yang bernaung di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Ellen muncul menjadi juara tunggal putri pada kejuaraan Indonesia Open 2001. Ellen mengawali kejuaran yang dilaksanakan di Jakarta pada bulan Juli 2001 dengan mengalahkan Maria Kristin Yulianti. Pemain republik Ceko Marketa Koudelkova di kalahkan Ellen pada babak kedua. Di babak ketiga, ganti Wan Ting Ling, pemain dari Hongkong dilumpuhkannya. Maiko Naka dari Jepang juga tidak berhasil menghentikan langkahnya, Ellen menembus babak semifinal untuk bertemu dengan Lidya Djaelawijaya. Ellen bermain lepas di babak semifinal, permainan terbaiknya mampu ia tampilkan. Ellen mampu mengalahkan Lidya dan berhak atas tiket babak final untuk bertemu dengan Wang Chen, yang kala itu masih membela China. Puncak permainan terbaik Ellen muncul justru di babak final. Ellen mendulang gelar juara dengan mengalahkan Wang Chen.

Kini, dengan pengalamannya sebagai seorang juara, Ellen siap melahirkan juara-juara baru untuk menjadi generasi penerus kebangkitan bulutangkis Indonesia. (AR)