Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Liliyana Bicara Liburan dan Harapan di Tahun Baru
27 Desember 2017
Liliyana Bicara Liburan dan Harapan di Tahun Baru

Jika anda pecinta bulutangkis, nama Liliyana Natsir sudah pasti tak asing lagi. Pebulutangkis spesialis ganda ini sudah mengantongi hampir semua gelar bergengsi yang ada. Dari sederet prestasi yang ia kantongi, akhirnya di tahun 2017, Liliyana bisa menjadi juara di turnamen paling bergengsi yang digelar di tanah air. Bersama Tontowi Ahmad, ia berhasil menjadi juara di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017.

“Di tahun 2017 ini tentu saya sangat bersyukur, akhirnya keinginan untuk bisa menjadi juara di kandang sendiri di Indonesia Open bisa terkabul,” ujarnya singkat.

Seakan tak pernah puas, Tontowi/Liliyana justru berhasil menjadi juara dunia di BWF World Championships 2017 yang digelar di Glasgow, Skotlandia. Ini menjadi gelar juara dunia keempat yang ia raih setelah sebelumnya ia sukses menjadi juara beresama Nova Widianto di tahun 2005 dan 2007, dan bersama Tontowi di tahun 2013.

“Juara di Indonesia, ditambah lagi bisa juara dunia. Saya benar-benar sangat bersyukur,” lanjutnya.

Saat ini, Liliyana pun tengah menikmati waktu libur natal dan tahun baru. Liliyana memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. “Liburan ya paling sama keluarga, main sama keponakan. Mama juga datang dari Manado,” tambahnya.

Baca juga: [Kilas Balik 2017] Gelar Tambahan Dari The Minions

Ia pun mengaku di tengah kesibukannya bertanding dan berlatih, ia selalu menanti jika waktu liburan tiba. Masakan ibunda menjadi menu favoritnya. “Kalau liburan dan mama datang yang pasti senang. Mama pasti masak masakan manado, apapun yang dimasak mama saya suka. Semuanya favorit,” ujar atlet yang lahir di Manado, 9 September 1985 ini.

Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games. Asian Games menjadi satu-satunya turnamen yang belum pernah ia taklukan. Tahun 2010, Tontowi/Lililyana harus terhenti di babak 16 besar, sementara Asian Games 2014 yang digelar di Incheon, Korea, Liliyana pulang dengan membawa medali perak setelah kalah dari pasangan Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai puncak.

Meski usianya kini tak lagi muda, Liliyana tetap berambisi untuk bisa mengumandangkan Indonesia Raya di ajang bergengsi se-Asia itu. “Tahun depan, mudah-mudahan bisa mempersembahkan medali emas Asian Games untuk Indonesia,” pungkasnya.

Deretan prestasi Liliyana memang sudah tak perlu diragukan lagi. Empat gelar juara dunia, medali emas dan medali perak Olimpiade seakan menjadi jawaban. Di turnamen internasional, sejak dimulai era superseries di tahun 2007 lalu, Liliyana sudah mengantongi total 23 gelar superseries dan superseries premier, termasuk didalamnya juara All England tiga tahun beruntun. (RI)

Baca juga: [Kilas Balik 2017] Shesar Curi Gelar di Surabaya