Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Christian Bicara Tentang Kevin/Marcus
27 Maret 2018
Christian Bicara Tentang Kevin/Marcus

Raihan prestasi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kian cemerlang. Setelah berhasil merebut tujuh gelar juara di tahun 2017 lalu, mereka pun berhasil mempertahankan gelar juara di turnamen tertua dunia, All England 2018. Penghuni ranking teratas dunia ini pun menjadi ganda putra pertama yang berhasil mengumpulkan poin di atas 100,000.

Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata pun memprediksi bahwa Kevin/Marcus masih akan terus mendominasi pentas bulutangkis dunia di sepanjang tahun ini. Tercatat, mereka berhasil meraih enam gelar beruntun sejak China Open 2017 lalu hingga All England 2018. Dan belum terkalahkan di tahun 2018.

“Yang bisa menghalangi mereka untuk meraih gelar atau juara itu hanya ada dua faktor sebetulnya. Kalau mereka sakit, atau kalau mereka cedera. Kalau semuanya normal dan sehat saya rasa untuk era ganda putra sekarang sulit sekali untuk menembus (mengalahkan) mereka,” ujar Christian kepada www.pbdjarum.org.

Christian pun mengungkapkan bahwa peta kekuatan bulutangkis dunia saat ini memang masih menjadi milik Kevin/Marcus.

“Beberapa ganda pesaing mereka, di samping sudah karena usia mereka, kalah cepat, kalah power. Kalau kemarin kita lihat di final lawan Denmark (Mathias Boe/Carsten Mogensen), memang Denmark berusaha memperlambat permainan, tapi selama pertahanan Denmark bisa ditembus tidak ada gunanya juga,” tambah Christian.

Baca juga: [Audisi Umum 2018] 23 Atlet Lolos ke Final Audisi Umum

Penampilan Kevin/Marcus yang cemerlang pun diharapkan Christian bisa mereka jaga hingga Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo.

“Saya berharap, penampilan mereka akan sampai dengan puncaknya Olimpiade 2020, mereka bisa tetap mempertahankan performance seperti ini. Mereka mengingatkan saya pada Ricky (Subagja)/Rexy (Mainaky), yang hampir tak terkalahkan,” ujar pelatih yang mengantarkan Ricky/Rexy meraih emas Olimpiade 1996 ini.

Lebih jauh Christian mengingatkan bahwa Olimpiade menjadi turnamen yang lain daripada yang lain. Faktor non teknis menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan mereka di pesta olahraga terakbar dunia itu.

“Tapi yang harus diperhatikan adalah Olimpiade sangat lain dari yang lain. Pressurenya luar biasa, apalagi seperti Kevin/Marcus mulai digadang-gadang. Paling tidak mulai tahun 2019 nanti, sudah dibilang pasti medali emas akan menjadi milik mereka. Itu pressure mentalnya luar biasa. Banyak faktor yang menunjukkan bahwa atlet-atlet yang digadang-gadang meraih medali emas Olimpiade itu pada saatnya malah gagal. Misalnya seperti Korea (Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong) dan bahkan Lin Dan juga pernah,” pungkasnya.

Usai mempertahankan gelar juara di All England, Kevin/Marcus akan mempersiapkan diri untuk Piala Thomas yang akan digelar di Bangkok, Mei mendatang. Mereka akan absen di Kejuaraan Asia yang akan digelar di Wuhan, Tiongkok terkait dengan Marcus Fernaldi Gideon yang akan mengakhiri masa lajangnya pada 15 April mendatang. (RI)

Baca juga: [Vietnam International Challenge 2018] Dinar Raih Gelar Juara