Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > [Arya Maulana Aldiartama] Dua Puluh Jam Di Jalan
01 Januari 2005
[Arya Maulana Aldiartama] Dua Puluh Jam Di Jalan
 
 

Berita mengenai macet saat libur lebaran masih wara wiri dan menjadi topik hangat di seluruh media, baik elektronik maupun media cetak. Kemacetan panjang mengular baik saat arus mudik maupun arus balik lebaran. Di antara para pemudik yang merasakan kemacetan yang luar biasa, terselip satu atlet asal PB Djarum, Arya Maulana Aldiartama.

Demi berkumpul dengan keluarga, ia rela harus berada di jalan selama dua puluh jam dan terjebak di arus balik untuk menempuh perjalanan dari  Solo menuju Jakarta. Selama waktu itu pula ia harus menahan rasa kantuk yang menderanya sepanjang jalan. “Biasanya cuma 12 jam. Tapi kali ini sampe 20 jam,” ujarnya. Selama waktu itu pula ia harus mengendarai mobil sendiri tanpa ada yang menggantikan. Namun ia masih sedikit beruntung, karena ia tidak sendiri dalam kendaraan. Selama dalam perjalanan mudik dan arus balik ia di temani oleh sang Pak Dhe.  Ia sengaja memilih jalur berbeda saat kembali ke Jakarta. Jika pergi ke Solo menggunakan jalur Utara, maka saat arus balik ia sengaja mengambil jalur Selatan. Namun sayang, pilihannya justru keliru. Ia yang mengira jalur Selatan bisa di lalui dengan cepat, yang terjadi justru ia mengalami macet yang hebat. “Kira saya lewat jalur Selatan ga macet,” ungkapnya. Selama waktu itu pula ia hanya bisa duduk di dalam kendaraan sambil mendengarkan musik yang tidak pernah berhenti di putar. Lagu-lagu dari Sheila On 7 menjadi pilihan utamannya. “Selama macet paling hanya dengerin musik aja. Lagu-lagu Sheila on 7 sama lagu almarhum Ustadz Jeffry,” tuturnya. Untuk menghindari rasa kantuk, ia pun menyempatkan diri  tidur untuk beberapa saat di dalam mobil yang parkir di jalan secara berjamaah. Atau sesekali  mengunjungi warung yang ada di pinggir jalan untuk menengguk teh hangat atau Kopi panas.  “Kalo lagi ada warung, saya mampir sebentar. Minum teh panas atau kopi sambil istirahat sebentar,” ujarnya. “Atau kalo waktunya sholat, saya mampir ke Masjid atau Mushola untuk Sholat dulu,” sambungnya.

Arya memiliki semacam rasa khawatir untuk kembali mudik di tahun depan. Bukannya ia tidak akan berkumpul ke rumah keluarganya, melainkan rasa khawatir datang hanya dikarenakan macet yang akan ia alami. “Kapok mudik sih ga. Cuma kalo naik mobil mikir-mikir dulu deh,” pungkasnya sambil tertawa.

Selamat Lebaran Arya.