Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Bagaimana Vita Menilai Rafiddias?
12 Desember 2015
Bagaimana Vita Menilai Rafiddias?

Vita Marissa pekan lalu mengumumkan bahwa Indonesian Masters 2015 akan menjadi turnamen internasional terakhir baginya. Ia pun turun di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2015 bersama juniornya, Rafiddias Akhdan Nugroho yang masih berusia 19 tahun.

Turun di nomor dewasa, Rafiddias/Vita sukses menjadi kampiun dan mempersembahkan satu gelar untuk Jawa Tengah. Mereka lolos dari kepungan ganda campuran Pelatnas, di partai puncak Rafiddias/Vita berhasil mengalahkan pasangan baru Riky Widianto/Annisa Saufika dalam drama tiga game 16-21, 21-10 dan 21-18.

“Saya sebenarnya tidak menyangka bisa juara di Kejurnas ini. Hal ini tentu membuat saya senang, karena disaat saya memutuskan untuk berhenti bermain bulutangkis, saya masih bisa bawa Rafi (panggilan Rafiddias – red) juara,” ujarnya.

Imbalan bagi juara Kejurnas PBSI 2015 sendiri adalah bergabung bersama Pelatnas, dimana mereka akan mendapat evaluasi lagi setelah enam bulan.

“Ya walaupun nanti di Pelatnas kabarnya akan dilihat lagi setelah enam bulan, tetapi setidaknya Rafi sudah di sana. Dalam enam bulan kan semuanya bisa berubah asal Rafi mau maju dan mau ada di sana,” tambah Vita.

Vita pun menuturkan bahwa dirinya baru mengetahui dan kenal Rafiddias belum lama ini. Kejurnas ini menjadi turnamen ketiga mereka berpasangan. Vita pun mengaku tak begitu mengenal Rafi di luar lapangan, tetapi di lapangan atlet yang lahir di Jakarta, 4 Januari 1981 ini mengaku bahwa Rafi punya potensi.

“Saya baru kenal sama Rafi, seharusnya dia punya potensi. Usianya baru mau 20, dia punya postur yang tinggi, smashnya keras. Cuma dia banyak kendala di faktor non teknis, tapi itu harusnya bisa diatasi selama proses, asal Rafi-nya mau,” tambahnya.

Dari sekian banyak atlet putra spesialis ganda, Rafiddias menjadi atlet paling junior yang pernah berpasangan dengannya.

“Saya masuk pelatnas tahun 1996, Rafi baru lahir, jauh banget ya,” pungkas Vita sambil berkelakar.

Rafi sendiri pernah bergabung bersama Pelatnas di tahun 2013 hingga 2014. Kala itu Rafiddias bergabung bersama Pelatnas bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo paska juara Kejurnas Taruna 2012. Ia menjadi atlet ganda putra selama tiga bulan dan setelah itu dirinya bermain di sektor ganda campuran. Dianggap kurang berprestasi, Rafi dikembalikan ke PB Djarum pada awal tahun 2015.

“Semoga kali ini saya bisa bergabung lagi bersama Cipayung, dulu saya dinilai kurang berprestasi karena saat itu saya kurang fokus. Saya sambil sekolah, tetapi akhirnya sekarang saya pilih bulutangkis dulu,” ujar Rafi.