Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Kejayaan Liliyana Natsir Di Kejuaraan Dunia Yang Sulit Dilupakan
09 Agustus 2019
Kejayaan Liliyana Natsir Di Kejuaraan Dunia Yang Sulit Dilupakan

Siapa yang tak kenal Liliyana Natsir? Sosok mantan pemain bulu tangkis putri terbaik dunia yang dimiliki Indonesia ini memang sudah tak asing lagi. Butet, sapaan akrab mantan pemain spesialis ganda campuran ini sudah banyak mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Sebelum menyatakan pensiun pada awal tahun 2019 lalu, tak heran banyak pecinta bulu tangkis tanah air yang sangat menyayangkan keputusannya untuk mengakhiri kiprahnya di arena karpet hijau. Meski ia memutuskan pensiun diusianya yang tak muda lagi, yaitu 33 tahun, namun tak sedikit yang menilai jika Butet masih mampu bersaing dengan lawan-lawannya saat ini.

Akan tetapi keputusan Butet sudah bulat dan tak ada satupun yang bisa mengubah keputusannya tersebut.  Akhirnya setelah 24 tahun mengukir banyak prestasi untuk Indonesia, Butet resmi pensiun.

Lalu, apa saja prestasi yang sudah ditorehkan wanita kelahiran Manado, 9 September 1985 ini? Tentu, meraih medai emas Olimpiade bersama pasangannya Tontowi Ahmad pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brazil adalah prestasi yang paling dikenang. Namun tahukah kamu, prestasi gemilang juga pernah dicatatkan Butet di ajang kejuaraan dunia. Ia menjadi satu-satunya atlet putri yang mengantongi empat gelar juara dunia dalam satu nomor.

Gelar pertama kalinya ia raih yaitu pada tahun 2005 ketika usianya yang masih 20 tahun, bersama seniornya Nova Widiyanto mereka menapaki podium juara tertinggi setelah di final mengalahkan wakil Tiongkok, Xie Zhongbo/Zhang Yawen dengan skor 13-15, 15-8, dan 15-2. Selang dua tahun, mereka kembali meraih medali emas kejuaraan dunia. Lagi-lagi, mereka mengubur mimpi pasangan Tiongkok lainnya untuk juara, pasangan Zheng Bo/Gao Ling dengan skor 21-16 dan 21-14.

Tak cukup sampai di situ. Butet yang dipasangkan dengan Tontowi mulai tahun 2010, langsung menunjukkan taringnya dengan menjuarai ajang Super Series. Pada tahun 2013, Butet juga berhasil membawa Tontowi ke podium tertinggi kejuaraan dunia, setelah di final mengalahkan pasangan asal Tiongkok lainnya, Xu Chen/Ma Jin dengan skor 21-13, 16-21, dan 22-20.

Seolah belum puas, Butet kembali menjadi kampiun di kejuaraan dunia pada tahun 2017 bersama Tontowi. Medali emas kejuaraan dunia untuk keempat kalinya bagi Butet itu, diraih setelah di laga final kembali meruntuhkan pasangan Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, dan 21-15.

Kini, Butet memang sudah tak lagi berlaga di arena karpet hijau. Namun kita berharap prestasi dan semangat yang dimiliki Butet bisa terus menjadi motivasi bagi penerusnya, terutama yang akan menghadapi kejuaraan dunia di St. Jakobshalle, M√ľnchenstein, Swiss, pada 19-25 Agustus 2019 mendatang. (ah)