Inspiring Story
Home > Berita > Inspiring Story > Vita Marissa dari Badminton Ke Kuliner
01 Januari 1970

Apa yang akan di  lakukan seorang atlet setelah tidak aktif lagi di dunia olahraga ? Pertanyaan ini lah yang selalu menghantui setiap atlet jika hendak mundur dari dunia olahraga yang di gelutinya. Berat memang. Jika biasanya seorang atlet menghabiskan waktu dengan berlatih, kemudian berkeliling mengikuti satu pertandingan ke pertandingan lain, kali ini mereka harus menghilang dari wara wiri dan lebih banyak berlama-lama di rumah.

Tetapi rupanya hal itu tidak berlaku pada Vita Marissa, pemain spesialis ganda yang kini telah menjadi pelatih ganda campuran di Pelatnas. Jauh-jauh hari sebelum memutuskan gantung raket, ia sudah memikirkan untuk membuka suatu usaha. Awalnya ia memilih usaha berbasis “tempat nongkrong” bukan resto. Tapi seiring berjalannya waktu, ia memadukan tempat nongkrong dengan usaha restoran. Jadilah muncul satu icon baru di dunia kuliner dengan bendera “Namanya” Restoran, tempat duduk dan ngunyah.

"Awalnya memang pengen usaha yang berbau tempat nongkrong. Nah saya dan sahabat saya Nathalie bertukar pikiran dan kemudian setuju untuk patungan buat bisnis bersama,” ujar Vita bertutur tentang usahanya.

Banyak menu yang di tawarkan di resto yang terletak di bilangan Bintaro atau tepatnya di Jombang Raya No 8 B (depan rumah sakit IMC), Tangerang Selatan. Ada aneka nasi goreng, ada aneka pasta, mie ayam, aneka minuman dan tentunya makanan andalan Namanya Restoran yakni Bakmi Andalan, Nasi Goreng Kencur, Nasi Goreng Ala Sini dan satu lagi yang selalu di cari yakni Ceker Pedas. Ceker pedas merupakan berbahan dasar dari kaki ayam yang di olah dengan cita rasa pedas dan gurih. Namanya Resto menyajikan ceker pedas dengan memberikan tambahan sarung tangan plastik, agar setiap pembeli bisa menyantap makanan dengan tangan secara langsung tanpa harus takut tangannya akan kotor.  Vita juga membuat terobosan dalam memasarkan produknya. Ia pun menggandeng Grab Food sebagai mitranya.

Lalu kenapa di beri label “Namanya “?. “Kalo ide nama “Namanya” sih saking kelewat aja kebanyakan mikir namanya apa ya. Namanya. Namanya. Namanya. Gitu aja. Lama-lama mikir kita mikir, ya udah kita pake “Namanya” aja, lucu juga. Baru sadar ternyata nyambung juga jadi artinya NAthalie MArissa puNYA,” pungkas Vita. “Terakhir baru Shendy Puspa Irawati gabung,” tambahnya.

Kini Vita tengah mengambil ancang-ancang untuk membuat restonya menjadi tempat nongkrong yang lebih ramai lagi. Rencananya ia akan membuat acara Nobarkis, Nonton Bareng Bulutangkis. Konsep yang pernah ia buat saat pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut medali emas Olimpiade Rio 2016.

Mau nonton bareng bulutangkis sambil duduk dan ngunyah ? Namanya Resto tempatnya. (AR)