Sirkuit Nasional
Home > Berita > Olimpiade Rio > [Olimpiade 2016] Siapakah Fans Nekat Ini?
25 Agustus 2016
[Olimpiade 2016] Siapakah Fans Nekat Ini?

Fans Tontowi/Liliyana yang nekat berlari mengikuti arak-arakan (@GWirjawan)

Saat parade penyambutan dan arak-arakan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menuju Istana Merdeka pada Rabu (24/8) pagi, ketua umum PP PBSI, Gita Wirjawan mengunggah sebuah foto melalui akun twitternya. Ia mengunggah seorang fans bulutangkis yang membawa poster Tontowi/Liliyana dan berlari mengikuti arak-arakan bus bandros di Bundaran HI menuju Monas.

“Dia lari lalu naik ojek dari Bundaran HI sampai Monas sambil bawa poster Owi/Butet. Wujud harapan utk @INABadminton,” kicau Gita.

Fans yang berlari ini bernama Esty, 21 tahun. Mahasiswi semester tujuh di salah satu universitas negeri di Kupang yang saat ini tengah menyelesaikan magangnya di Jakarta.

“Rencananya mau di kantor Kemenpora, naek busway, tapi rubah rute, akhirnya ke Monas, karena banyak temen di Monas. Jadi akhirnya nunggu di HI, eh rombongannya lewat, akhirnya jadi ngejar rombongan. Sempat lari sampai Sarinah, lumayan sudah cukup capek, tapi akhirnya diajakin sama abang gojek gratis, ikut sampai depan istana,” ujar Esty kepada tim www.pbdjarum.org

Berlari dari Bundaran HI ke Sarinah bukanlah partisipasi Esty yang pertama untuk menyambut peraih emas Olimpiade Rio de Janeiro itu. Saat tiba di tanah air, Esty pun berkumpul di Kantor Kementrian Olahraga (Kemenpora) untuk menyambut pahlawan olahraga.

“Kemarin sempat kejebak macet sebelum akhirnya sampai di Kemenpora. Sempat ingin nangis juga takut nggak keburu. Tetapi akhirnya pas saya tiba di depan TVRI, pas rombongan juga datang,” lanjutnya.

Beberapa fans lain menganggap Esty cukup gila. Tetapi ini bukan kegilaan pertama Esty. Sebelumnya Esty sempat nekat menjual kamera demi bisa membeli tiket pesawat Kupang – Jakarta – Kupang demi menyaksikan Kejuaraan Dunia yang digelar bulan Agustus lalu di Istora, Senayan.

“Hal tergila saya jual kamera DSLR saya untuk membeli tiket pesawat dan tiket Kejuaraan Dunia. Saya pergi tanpa izin orang tua, pergi sendiri. Dimarahin sama orang tua tetapi, kapan lagi?” tambahnya.

Esty mengaku menyukai bulutangkis sejak tahun 2007 silam. Perkaranya sepele, ia mencintai bulutangkis setelah membaca artikel tentang Liliyana Natsir di Majalah Bobo. Ia pun turut menyaksikan dari layar kaca saat perhelatan Piala Thomas dan Uber digelar di Istora tahun 2008 lalu. Tetapi pengalaman pertamanya menyaksikan langsung bulutangkis adalah Djarum Superliga di Surabaya tahun 2014 lalu.

“Superliga 2014 pertama kali nonton langsung di surabaya. Pengen liat Vita (Marissa – red), Butet (panggilan Liliyana – red), dan kebetulan bisa ketemu mereka di lobby hotel. Dulu cuma bisa lihat di tv, liat di youtube, di laptop, sekarang depan mata. Kemarin pas di Kemenpora sempat salaman sama ci butet, dan saya ngga cuci tangan,” ceritanya antusias.

Ia pun bercerita, kenekatan yang ia lakukan karena ia tak mau kehilangan moment emas Olimpiade Indonesia tahun ini. “Belom tentu empat tahun lagi bisa menyaksikan langsung seperti ini. Kadang saya iri kalau ada penyambutan di Jakarta, kadang cuma bisa liat di tv. Kalo liat BL (badminton lovers – red) lain posting, sekarang saya yang bisa update. Mumpung lagi di sini, saya nggak mau kehilangan moment ini, kalau untuk bulutangkis, uang berapa juga saya keluarkan tidak apa-apa yang penting kepuasan batin,” ujarnya.

Ia pun mengaku tak tahu kapan dan bagaimana orang nomor satu PBSI itu mengambil gambarnya dan mempostingnya di akun twitter. “Kaget juga sebenarnya pas Pak Gita posting foto itu, saya juga nggak tau kapan pak Gita foto, yang jelas setelah itu banyak media yang mewawancarai saya, semoga mama ngga nonton,” ceritanya sambil tertawa.

Ia pun masih nekat mengejar Tontowi/Liliyana. “Pokoknya saya harus bisa dapat tanda tangan Owi/Butet di poster itu dan akan saya bawa pulang,” pungkasnya.

Itulah cerita Esty yang sangat mencintai bulutangkis dan tak henti mendukung para pahlawan olahraga tanah air. Nah kalau kalian, bagaimana kalian menunjukkan dukungan untuk bulutangkis dan idola kalian? (RI)