Sirkuit Nasional
Home > Berita > Olimpiade Rio > [Olimpiade 2016] Ini Harapan Gita Wirjawan Usai Olimpiade 2016
24 Agustus 2016
[Olimpiade 2016] Ini Harapan Gita Wirjawan Usai Olimpiade 2016

Pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade 2016 yang digelar di Rio de Janeiro usai sudah. Tetapi hingar bingar perayaan kembalinya tradisi medali emas dari cabang bulutangkis oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sepertinya masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Sambutan meriah di Bandara Soekarno-Hatta dengan water salute yang menyambut tibanya pahlawan olahraga ke tanah air Selasa (23/8) sore, konvoi yang membawa mereka keliling Jakarta menuju Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga konvoi menuju Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (24/8) pagi, menjadi bukti kebahagiaan masyarakat Indonesia.

Berbagai media pun berlomba untuk bisa langsung berbincang dengan putra putri terbaik bangsa. Tontowi, Liliyana serta dua peraih medali perak Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni menjadi pahlawan bagi tanah air. Pemberitaan tiada henti sejak mereka tiba, hingga konferensi pers yang digelar di Cipayung.

Dengan berbagai sambutan dan apresiasi, Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan pun mengungkapkan ucapan terima kasih dan harapannya melalui akun twitter pribadinya @GWirjawan. “Terima kasih kepada Kemepora RI untuk penjemputan yang spektakuler. Exposure yang akan mendorong munculnya talenta-talenta baru,” tulisnya.

Dengan kembalinya bulutangkis menggema di seluruh negeri, tentu menjadi sebuah harapan baru bahwa akan semakin banyak putra putri bangsa yang tertarik menjadi pahlawan olahraga. Dengan jaminan yang diberikan pemerintah pun, atlet pun tak perlu khawatir dengan hari tua mereka.

Di era kepemimpinannya, dengan berbagai terobosan kebijakan, PBSI kembali berhasil memetik berbagai gelar bergengsi yang sempat hilang. Yang paling baru, tradisi medali emas Olimpiade kembali ke pangkuan ibu pertiwi usai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil merebut emas pertama untuk ganda campuran di Rio de Janeiro pekan lalu.

Barisan punggawa dan srikandi Cipayung pun berhasil membawa pulang gelar Juara Dunia, gelar dari turnamen tertua, All England, dan berhasil menembus final Piala Thomas 2016. Tak hanya itu, ganda putri yang sempat kehilangan pamornya berhasil menyabet medali emas di Asian Games 2014 lalu. Ini tentu diluar berbagai gelar Superseries, Superseries Premier dan BWF Final World Superseries yang berhasil dibawa pulang. Meskipun nomor tunggal putri masih terus mencari penerus Susy Susanti. (RI)