Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > Membedah Taburan Dolar di Indonesia Open 2018
16 Juni 2018
Membedah Taburan Dolar di Indonesia Open 2018

Ajang bulutangkis tahunan paling bergengsi di tanah air, Indonesia Open akan kembali digelar di Istora Senayan, Jakarta, tanggal 3-8 juli 2018. Tahun ini Indonesia Open mendapat kenaikan level turnamen. Bila tahun lalu berada di kelas Superseries Premier, maka tahun ini bergabung dalam seri HSBC BWF World Tour Super 1000.

BWF World Tour Super 1000 merupakan level baru yang diperkenalkan BWF. Sedangkan level sebelumnya adalah Superseries Premier atau saat ini setara dengan satu level dibawahnya BWF World Tour Super 750. Indonesia Open 2018 berada di levelnya bersama turnamen All England dan China Open.

Dengan tajuk Blibli Indonesia Open 2018, turnamen ini memperebutkan hadiah total US$ 1250000 atau sekitar 17 Milyar rupiah. Jumlah hadiah tersebut, sejauh ini merupakan hadiah terbesar yang pernah ada di turnamen bulutangkis dunia. Rekor ini baru akan terpecahkan Desember mendatang pada turnamen HSBC BWF World Tour Final 2018.

Hadiah yang sangat besar tersebut tentu saja akan menarik para pemain kelas dunia untuk singgah di Jakarta. Bahkan dengan peraturan baru BWF, peserta turnamen super 1000 akan mendapat hadiah meskipun langsung kalah di babak pertama atau 32 besar. Pemain yang kalah babak pertama akan mendapat hadiah US$1250 atau sekitar Rp 17 juta.

Baca juga : Agatha/Fadia Turun di World Championships

Angka tersebut mendekati hadiah seorang juara turnamen International Challenge dan diatas hadiah runner up turnamen International Challenge. Saat Dinar Dyah Ayustine menjadi juara Vietnam International Challenge 2018, ia mendapat hadiah US$ 1875 atau sekitar Rp 26 juta, sedangkan runner up hanya mendapat US$ 950 atau sekitar Rp 13 juta.

Hadiah semakin meningkat untuk pemain yang kalah di babak kedua atau 16 besar. Pemain tunggal akan mendapat US$ 3750 atau sekitar Rp 52 juta, sedangkan pasangan pemain ganda memperoleh US$ 4062,5 atau sekitar Rp 56 juta.

Coba bandingkan hadiah yang diraih Ronald/Annisa Saufika ketika menjadi runner up China Masters Super 100 (setara Grand Prix) lalu dengan hanya menerima US$ 2850 atau sekitar Rp 39 juta. Sementara sang juara Guo Xinwa /Liu Xuanxuan (China), hanya menerima sedikit lebih besar yakni US$ 5925 atau sekitar Rp 82 juta.

Beranjak ke babak perempat final, hadiah yang diimpikan pemain semakin besar, yakni US$ 6875 atau sekitar Rp 95 juta untuk pemain tunggal dan US$ 7812,5 atau sekitar Rp 108 juta untuk pemain ganda. Pembandingnya kita tingkatkan juga dengan turnamen kelas Super 300 atau setara Grand Prix Gold.

Pasangan Berry Anggriawan/Hardianto ketika menjadi runner up New Zealand Open 2018, menerima hadiah lebih rendah dari calon perempatfinalis Indonesia Open 2018 yaitu US$ 5700 atau sekitar Rp 79 juta. Namun ketika menjadi juara di level turnamen yang sama, Australian Open 2018, mereka mendapat hadiah yang memang lebih tinggi sebesar US$ 11850 atau sekitar Rp 164 juta.

Memasuki babak semifinal, hadiah yang diperoleh adalah US$ 17.500 atau sekitar Rp 243 juta baik untuk pemain tunggal maupun pasangan pemain ganda. Coba kita bandingkan dengan hadiah yang diperoleh juara level super 500 atau setara Superseries.

Pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu yang menjadi runner up di Indonesia Masters 2018, memperoleh hadiah US$ 13.300 atau sekitar Rp 184 juta. Sedangkan buat sang juara seperti Kevin Sanjaya/Gideon Marcus Fernaldi memperoleh US$ 27650 atau sekitar Rp 384 juta. Perbedaannya sudah signifikan antara semifinalis Indonesia Open 2018 dan juara Indonesia Masters 2018, tetapi hadiah semifinalis Indonesia Open 2018 masih lebih besar dari runner up Indonesia Masters 2018.

Lalu mari melihat hadiah yang diperoleh para runner up Indonesia Open 2018. Di sektor tunggal akan memperoleh US$ 42500 atau sekitar Rp 590 juta dan pasangan ganda mendapat US$ 43750 atau sekitar Rp 608 juta.

Tentu saja, jangan dibandingkan lagi dengan runner up super 750 atau setara superseries premier dimana runner up tunggal Malaysia Open 2018 yang hanya mendapat US$ 23800 atau sekitar Rp 330 juta. Tetapi bandingkanlah dengan sang juara yang mendapat hadiah US$ 49000 atau sekitar Rp 681 juta. Menjadi runner up saja, sudah mendekati hadiah para juara di Malaysia Open 2018, yang dilaksanakan seminggu sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan para juara?

Juara tunggal Indonesia Open 2018 akan mendapat hadiah US$ 87500 atau sekitar Rp 1,21 M dan pasangan ganda mendapat US$ 92500 atau sekitar Rp 1,28 M. Nominal ini sudah tidak bisa dibandingkan lagi karena merupakan terbesar sepanjang sejarah.

Coba lihat lagi ketika Kevin/Gideon juara Indonesia Masters 2018 dan India Open 2018 berturut-turut dimana hadiah yang diperoleh US$ 27650 atau sekitar Rp 384 juta dikalikan dua menjadi US$ 55300 atau sekitar Rp 768 juta. Jadi dua kali juara turnamen level super 500 (setara superseries), ternyata masih jauh dibawah hadiah sekali juara Indonesia Open 2018. Bahkan tiga kali juara turnamen level super 500 pun masih belum menyamainya.

Pertanyaannya, seberapa besar hadiah tersebut diraih pemain Indonesia? Istora Senayan 3-8 Juli mendatang akan menjadi saksinya. (Hendri Gumay)