Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Piala Sudirman 2019] Indonesia Dalam Posisi Kritis
22 Mei 2019
[Piala Sudirman 2019] Indonesia Dalam Posisi Kritis

Tim Indonesia pada putaran penyisihan Piala Sudirman 2019 di grup 1B dalam posisi kritis. Tim Indonesia untuk sementara tertinggal 0-2 dari tim Denmark. Pada partai ketiga yang memainkan nomor tunggal putra, juga belum berhasil mempersembahkan angka kemenangan. Harapan yang disematkan pada Anhony Sinisuka Ginting pupus. Anthony menyerah ditangan tunggal terbaik Denmark, Viktor Axelsen.

Axelsen bermain sangat baik pada game pertama. Serangan-serangan berupa smash keras yang dilancarkan oleh Axelsen banyak menghasilkan angka. Anthony hanya bisa mengimbangi keperkasaan pemain Denmark berperingkat tiga dunia sampai 6-6 saja. Selebihnya ia tertinggal sampai kalah dengan 9-21.

Di game kedua pemain Denmark bertubuh jangkung ini tetap menyerang pertahanan Anthony. Setiap bola yang diangkat Anthony, banyak yang bisa diselesaikan dengan smash keras oleh Viktor. Anthony yang bermain sabar sempat membuat angka sama dari 9-12 menjadi 13-13.  Rupanya angka sama 13 menjadi yang terakhir. Sisanya, pemain Denmark mampu mendikte Anthony sampai menang 21-16. 2-0 Denmark memimpin untuk sementara.

 

"Puji Tuhan tadi bisa melewati pertandingan melawan Denmark, meskipun bisa dibilang permainannya tidak memuaskan tapi bersyukur bisa melewati tanpa kendala atau cedera. Di awal permainan game  pertama sempat ketat, setelah itu gap poinnya jauh, saat kejar-kejaran itu dia lebih banyak main di depan net, jadi saya bisa dapat serangan dari netting," ujar  Anthony seperti yang diutarakan kepada badmintonindonesia.org.
"Setelah itu, Axelsen mengubah permainan, lebih tidak kasih saya bola di depan, sudah saya pancing untuk main net, dia tetap angkat bola lagi. Liat dari shuttlecock-nya memang enak untuk dijauh-jauhin. Selain itu mungkin dia kebantu dari posturnya yang tinggi, kalau saya balikin main seperti dia, pergerakannya cuma satu langkah saja dia bisa dapat peluang serangan. Dari fisik memang saya lebih terforsir jauh. Jadi lebih ke cara main, itu kendalanya," sambungnya.

 

Peluang untuk mengejar kekalahan ada pada pasangan senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan menghadapi pasangan ganda putra dadakan Denmark Kim Astrup/Mathias Boe. (AR)