Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015] BIO VS Lung Lung
01 Januari 2005
[BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015] BIO VS Lung Lung
 
 

Hampir lima hari tak muncul dalam ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier, BIO sang maskot akhirnya tampil di Istora Senayan. Rupanya BIO sengaja di simpan untuk hadir sebagai penyemangat para atlet bulutangkis Indonesia yang tengah bertanding dan juga penghibur bagi para pecinta bulutangkis yang ada di Istora Senayan. Kehadirannya di karpet hijau memang mengundang senyum para pengunjung yang memadati Istora Senayan.

Pada babak semifinal ia tak tampil sendiri. Ia di temani oleh Lung Lung, maskot yang mewakili Negeri China. Rupanya pertemuan antara BIO dengan Lung Lung di istora menggambarkan pertandingan antara wakil Indonesia dengan China. Jika para atlet badminton bertanding dengan menggunakan raket dan Shutlecock, maka BIO dan Lung Lung bertanding dengan tangan kosong. Jika atlet Indonesia mendapat angka kemenangan maka BIO akan bersorak sambil berjoget, begitu pula sebaliknya. Jika wakil China yang berjaya maka Lung Lung yang akan menari. Namun tak jarang kedua maskot ini saling gulat tak perduli siapa yang mendapat angka kemenangan.

Zhang Nan Taklukan Indonesia

Babak semifinal kejuaraan bulutangkis BCA Indonesia Open Super Series 2015 memang milik pemain bulutangkis asal China, Zhang Nan. Ia yang harus bermain di dua nomor pertandingan berhasil menerobos babak final di kedua nomor yang di lakoninya. Tak tanggung-tanggung ia menghabisi wakil-wakil merah putih di babak semifinal. Adalah pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia menjadi korban pertamanya. Berpasangan dengan Zhao Yunlei, Zhang Nan menghentikan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melalui rubber game.

Pada pertandingan kedua, yang memainkan nomor ganda putra kembali ia membuat pendukung Indonesia terhenyak. Zhang Nan yang di pasangkan dengan Fu Haideng membabat ganda putra nomor satu Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga dengan rubber game. Besok (7/6) di babak final, ia akan mencoba untuk meraih doule winner . Mampu kah ia ??