Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > Runtuhnya Dominasi Putri Tiongkok
02 Juni 2018
Runtuhnya Dominasi Putri Tiongkok

Berbicara dunia bulutangkis, publik seolah sudah tahu negara mana yang bakal menjadi kiblatnya. Tiongkok, sepertinya negara inilah yang patut menjadi topik pembicaraan. Sudah sejak lama negeri tirai bambu ini menjadi pusat perhatian. Tak hanya bagi para pemerhati dunia bulutangkis, para pemain bulutangkis pun seolah mengamini jika Tiongkok memang menjadi acuan, terutama di bagian putri.

Tapi rupanya kini kejayaan Tiongkok mulai pudar. Tiongkok yang dulu begitu digdaya di berbagai kejuaaan bulutangkis, lambat laun mulai meredup. Tanda-tanda runtuhnya dominasi Tiongkok terlihat jelas saat Olimpiade Rio 2016. Dua nama tunggal putri yang menjadi pilar Tiongkok untuk mendulang emas kandas. Wang Yihan, Li Xuerui gagal mempersembahkan satu keping medalipun. Dan yang lebih miris, Li Xuerui harus mundur pada pertandingan perebutan medali perunggu saat melawan Nozomi Okuhara karena cedera. Di bagian ganda putri, Yu Yang/Tang Yuanting yang menjadi harapan terakhir juga gagal meraih kepingan medali.

Sejak di tinggal duo Wang, Wang Yihan, Wang Shixian dan juga cederanya Li Xuerui, para pemain tunggal putri Tiongkok seperti tak bisa kembali kemasa jayanya dulu. Sedikit terobati dengan hadirnya ganda baru Chen Qingchen/Jia Yifan. Tetapi ganda inipun selalu berada di antara bayang-bayang kekuatan Jepang dan malah dengan ganda Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta mereka seperti ketemu batunya.

Puncaknya runtuhnya Tiongkok adalah pada saat perebutan Piala Uber 2018 yang baru selesai dilaksanakan, di Bangkok, Thailand. Tiongkok terhempas di babak semifinal. Dan yang mengalahkannya di babak empat besar adalah Thailand, negeri yang baru saja melek bulutangkis.

Langkah tim uber Tiongkok mulai terbata-bata sejak putaran penyisian di kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2018. Melawan Indonesia saja pada babak penyisihan grup Y, Tiongkok takluk 2-3. Tiongkok memang tetap bisa melaju ke babak final. Tetapi di babak puncak, negeri yang terkenal dengan Pandanya ini di hajar tanpa balas 0-3 oleh Jepang.

Asian games 2018 yang akan dilangsungkan di Indonesia sudah didepan mata. Seluruh negara di Asia sudah mulai berbenah diri. Dan, akankah Jakarta menjadi saksi bakal runtuhnya kembali putri Tiongkok ? (AR)