Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Malaysia Junior International Challenge 2019] Lulusan Audisi Djarum Jadi Juara
25 Agustus 2019
[Malaysia Junior International Challenge 2019] Lulusan Audisi Djarum Jadi Juara

Akhirnya pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang juga lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2012 Bobby Setiabudi keluar sebagai juara pada turnamen Malaysia Junior International Challenge 2019. Gelar juara di dapat Bobby usai mengalahkan rekan satu negaranya Yonathan Ramlie melalui pertarungan dua game langsung 22-20 dan 21-16 bertempat di Kompleks Kejiranan Presint 11 Putrajaya, Minggu (25/8) ini.

Bagi Bobby, ini kemenangan ke dua beruntunnya dari dua kali pertemuan dengan Yonathan itu. Pada pertemuan pertama Bobby juga mengalahkan Yonathan pada turnamen Pembangunan Jaya Raya Beregu Campuran 2018 lalu. Meski pernah mengalahkan Yonathan, justru Bobby tak menyangka sama sekali bisa meraih gelar juara.

"Ya, sebenernya tak nyangka bisa raih gelar.  Karena musuh yang dihadapi juga bagus-bagus. Ya, saya juga kwalahan juga hadapin mereka. Ya, tahun 2018 lalu sudah pernah jumpa dia di Pembangunan Jaya Beregu. Tidak ada perubahan dari bentuk mainnya dia, kurang lebih sama ya. Mungkin dia sekarang lebih kuat dan lebih sabar. Tetapi saya juga tadi harus lebih sabar mainnya." jawabnya Bobby.

Usai mengikuti turnamen Malaysia Junior International Challenge 2019 ini, Bobby akan langsung balik ke Indonesia guna mempersiapkan dirinya mengikuti turnamen besar yaitu World Junior Championships 2019 di negara Rusia bulan Oktober mendatang.

"Jika ditanya target yang pasti juara ya. Intinya saya harus bisa kasih yang terbaik, sebab lawan-lawan yang datang pastinya akan lebih berat dari turnamen Malaysia Junior ini. Apa lagi ada pebulutangkis kuat asal Thailand Kunlavut. Mungkin kalau saya ya bisa ngalahin dia, itu menjadi target ke dua  saya." tambahnya Bobby.

Sementara itu, pada laga final di sektor ganda putri. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga menjadi juara setelah mengalahkan rekan satu negaranya Helena Ayu Puspitasari/Aldira Rizki Putri dengan dua game langsung, 22-20 dan 21-12.

Di sektor tunggal putri, Aisyah Sativa Fatetani harus puas hanya menjadi runner up, setelah di laga final tadi ditundukan oleh wakil Tiongkok Tan Ning dalam duel panjang tiga game 21-17, 19-21 dan 8-21. Lalu ganda campuran pun juga hanya menjadi runner up. Pasalnya pasangan Ghana Muhammad Al Ilham/Berliona Alma Pradisa ditaklukan oleh pasangan tuan rumah unggulan empat Roy King Yap/Gan Jing Err dengan dua game langsung, 11-21 dan 12-21. (ds)