Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Jalan Terjal Febe
16 November 2010
Jalan Terjal Febe
 
 

Atlet tunggal putri Pelatnas asal PB Djarum, Maria Febe Kusumastuti, akan menghadapi banyak rintangan di pertandingan individu Asian Games 2010 di Guangzhou, China. Febe dan Adriyanti Firdasari perlu memberikan lebih daripada yang biasa untuk setidaknya mencicipi babak semifinal.

Lawan pertama Febe adalah atlet Taipei, Pai Hsiao Ma yang seharusnya tidak menyulitkan langkah Febe. Namun pertandingan sebenarnya akan dirasakan Febe di babak kedua, yakni, dengan melawan Yip Pui Yin, unggulan keenam asal Hongkong. Tahun lalu Febe berhasil mengalahkan Pui Yin di Australian Open Grand Prix, namun tahun ini ia kalah di Japan Open Super Series. Tetapi setidaknya catatan tersebut memberi harapan bahwa Febe masih berpeluang menang atas Pui Yin.

Jika mampu menembus Pui Yin, maka lawan selanjutnya nampaknya adalah sang unggulan kedua asal India, Saina Nehwal. Keduanya hanya pernah bertemu sekali di Macau Open 2007, dan saat itu Saina menang. Apakah kali ini Febe akan mampu melompati rintangan tinggi satu ini untuk melaju ke semifinal?
Firda juga akan bertarung di lahan penuh rintangan ini. Ia akan memulainya dengan melawan Salakjit Ponsana (Thailand), lalu Wong Mew Choo (Malaysia, unggulan kedelapan), dan jika terus melaju, Eriko Hirose (unggulan keempat asal Jepang) nampak di hadapan. Untungnya, baik Febe maupun Firda baru akan berpeluang bersua atlet China di semifinal, namun seperti yang dapat dilihat, jalan menuju semifinal itu pun tidaklah mudah. Mereka perlu menunjukkan yang terbaik, dan mungkin lebih daripada itu untuk mengguncang Guangzhou.

Dari partai tunggal putra, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro diharapkan melaju sampai setidaknya ke perempat final. Sony diprediksi akan bersua Chen Jin di perempat final, sedangkan Taufik diprediksi akan bersua Lin Dan di semifinal.

China Tautkan Emas di Beregu

Kemarin (15/11) pertandingan beregu bulutangkis di Asian Games 2010 berakhir dengan kemenangan emas di tangan China untuk kedua partai: putra dan putri. Tim putra Korea Selatan dan tim putri Thailand tak banyak berkutik.

Melawan tim putri China, satu-satunya yang mampu memberi tekanan adalah pemain tunggal pertama penuh sensasi, Ratchanok Inthanon. Walaupun kalah, namun ia berhasil mencuri set pertama dari Wang Xin 20-22, walaupun kemudian kalah 17-21 dan 14-21. Dua partai selanjutnya pun tidak banyak menguras waktu dan tenaga tim putri China. Dan medali emas pun terbang ke tangan putri-putri China.

Tim putra China menghadapi lawan yang lebih tangguh. Walaupun partai pertama dimenangkan oleh Lin Dan dengan susah payah, 19-21, 21-16 dan 21-18 atas Park Sung Hwan, partai kedua menjadi milik Korea Selatan. Pasangan nomor satu Korsel, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung berhasil menang super tipis 21-17, 20-22, dan 24-22 dari Cai Yun/Fu Haifeng.

Sayangnya, tunggal kedua Korsel, Shon Wan Ho, tidak mampu mengimbangi Chen Jin yang dengan perkasanya menang dengan skor 21-9 dan 21-15. Saat Korsel membebankan asa pada Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong yang melawan Xu Chen/Guo Zhendong, mereka ternyata harus kalah langsung dengan dua set, 21-23 dan 17-21.