Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Kilas Balik 2018] Ihsan Juara Di Kandang Sendiri
30 Desember 2018
[Kilas Balik 2018] Ihsan Juara Di Kandang Sendiri

Banyak pengamat yang memprediksi jika Indonesia akan memiliki tiga pebulutangkis papan atas dunia. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa. Ketiga pemain muda ini sudah mulai dibicarakan saat perhelatan penyisihan piala Thomas tahun 2016. Dua nama diatas sudah mulai mentas menjadi pemain top dunia. Tinggal Ihsan Maulana Mustofa yang masih harus berjuang menyusul rekan-rekanya. Ihsan juga masih harus terus melawan cedera yang sering menghantui dirinya.

Kemampuan Ihsan sebenarnya tidak kalah dengan rekan-rekannya. Terbukti ia pernah mencapai babak Final Macau Open 2017 sebelum dikalahkan Kento Momota di babak final. Di kejuaraan BCA Indonesia Open 2016 ia mampu menembus babak semifinal. Di tahun 2015 sempat juga menjadi finalis di kejuaraan Thailand Open. Masih di tahun yang sama ia juga mencatatkan prestasi masuk babak semifinal Chinese Taipen Grand Prix dan Macau Open.

Ihsan mengawali tahun 2018 dengan menembus babak perempat final di Thailand Masters ia kalah di babak delapan besar dari pemain tuan rumah Kanthapon Wangcharoen. Di babak pertama Malaysia Masters 2018 Ihsan membuat kejutan. Lin Dan, pemain yang pernah mendapat julukan “Super Dan” dikalahkanya. Nama Ihsan juga tercatat masuk dalam babak perempat final di Singapore Open 2018.

Puncak prestasi Ihsan di tahun 2018 adalah dengan menjadi juara dihadapan publiknya sendiri. Ihsan berdiri di podium tertinggi pada kejuaraan Bangka Belitung Indonesia Masters 2018. Ikhsan hanya kehilangan satu game di babak pertama dari Fikri Ihsandi Hadmadi. Selebihnya, semua lawan dikalahkan dengan straight set termasuk di babak final, pemain China Taipei Lin Yu Hsien dikalahkan dengan 21-17, 23-21.

Sebelumnya di Akita Masters 2018, Ihsan melaju sampai babak final. Namun perjuangannya terhenti di babak puncak setelah kalah dari pemain Thailand, Thammasin Sittikhom dengan 10-21, 13-21.

Di penghujung akhir tahun, Ihsan sempat menjadi perempat finalis di kejuaraan Korea Masters 2018 sebelum dihentikan sang juara Son Wan Ho dari Korea dengan rubber game 21-16, 17-21, 13-21

Ihsan semakin mendekati peringkat terbaiknya di tahun 2018 ini. Pada daftar peringkat terakhir yang telah dikeluarkan, Ihsan ada diperingkat 38 dunia, dekat dengan peringkat tertingginya di tahun ini pada 33 dunia. (AR)