Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [All England 2018] Praveen/Debby Reuni di Birmingham
15 Maret 2018
[All England 2018] Praveen/Debby Reuni di Birmingham
 
 

Sejak awal tahun 2018 lalu, Praveen Jordan dan Debby Susanto melakoni pertandingan bersama pasangan baru masing-masing. Praveen diduetkan bersama Melati Daeva Oktavianti, sementara Debby dipasangkan dengan Ricky Karanda Suwardi.

Namun, di All England 2018, keduanya kembali turun bersama. Keduanya masih berada di top 10 dunia, lebih tepatnya saat ini mereka tengah menghuni ranking enam dunia. Praveen/Debby datang ke turnamen berlabel BWF World Tour Super 1000 ini sebagai unggulan empat.

Di babak pertama yang digelar Rabu (14/3) malam, Praveen/Debby berhasil mengantongi kemenangan pertama mereka. Berhadapan dengan ganda Taiwan, Lee Yang/Hsu Ya Ching, juara All England 2016 ini berhasil menang dengan 21-11 dan 21-19 dalam tempo 28 menit saja.

“Memang kami baru berpasangan lagi, tapi kami tetap ingin memberikan yang terbaik. Siapa sih yang nggak mau juara di sini? Apalagi kamis udah tahu bagaimana rasanya juara di sini, masa nggak mau mengulang? Kami kan juga punya target pribadi,” ujar Praveen seperti dilansir oleh badmintonindonesia.org.

Baca juga: [All England 2018] Menangi Perang Saudara, Kevin/Marcus Jumpa Malaysia

Arena Birmingham memang memiliki kenangan manis Praveen/Debby. “Pertandingan tadi mengingatkan kenangan indah, banyak kenangan. Kami beberapa kali main di sini, sempat juara di sini, semoga bisa terulang,” tambah Praveen.

“Saya juga sama, sudah beberapa bulan nggak partneran, dan sekarang partneran langsung di All England. Kami ingin dapat hasil yang terbaik, dan pasti ada rasa excited juga,” ujar Debby yang mengakhiri masa lajangnya tahun 2017 lalu.

Lolos ke babak kedua, Praveen/Debby akan berhadapan dengan pemenang duel antara Marcus Ellis/Lauren Smith dari Inggris atau Mikkel Mikkelsen/Mai Surrow dari Denmark. “Menghadapi pemain Eropa jangan sampai terpancing ke permainan, tetapi kadang mengganggu saja. Misalnya bola belum out mereka sudah teriak duluan, kalau servis kami nggak default mereka protes, harus lebih sabar lagi,” tambah Praveen.

“Kami harus waspada, tidak boleh lengah. Pemain Eropa ini main pola dan mengikuti instruksi,” pungkas Debby. (RI)

Baca juga: [All England 2018] Della/Rizki Tantang Ayaka/Misaki