Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Malaysia Masters Grand Prix Gold 2015] Tunggal Putri Terhenti
01 Januari 2005
[Malaysia Masters Grand Prix Gold 2015] Tunggal Putri Terhenti
 
 

Wakil merah putih di Malaysia Masters Grand Prix Gold 2015  nomor tunggal putri, masih belum bisa melangkah kebih jauh. Srikandi-srikandi tanah air gagal menaklukkan lawan masing-masing di babak kedua turnamen yang memperbutkan hadiah total US$ 120 ribu itu.

Millicent Wiranto dipaksa mengakui keunggulan wakil negeri sakura, Sayaka Sato. Ia menyerah dalam dua game langsung 10-21 dan 19-21. Kekalahan ini disusul oleh tunggal muda Pelatnas, Hanna Ramadini. Atlet yang pernah membawa tim junior tanah air ke final Beregu Kejuaraan Dunia Junior 2012 lalu ini, ia juga menyerah di tangan wakil Jepang, Nozomi Okuhara.

Hanna membuka game pertama dengan cukup baik. Ia jauh meninggalkan Okuhara 7-1, sebelum akhirnya satu demi satu poin dikumpulkan lawan untuk mengejar. Susul menyusul angka terus terjadi di poin 17-15. Namun akhirnya Hanna justru tertahan dan tertinggal 17-21.

“Saya kurang sabar di lapangan, maunya asal langsung matiin. Di saat saya ada kesempatan untuk mematikan lawan, saya malah nyangkut atau out,” kata Hanna kepada badmintonindonesia.org.

Keuletan pemain Jepang sudah menjadi rahasia umum, kesabaran dan stamina prima bisa menjadi tiket untuk mengalahkan mereka. Namun akhirnya setelah melakoni laga selama 43 menit, Hanna pun menyerah 17-21 dan 14-21.

Ini dibenarkan oleh pelatihnya, Bambang Supriyanto. Menurut Bambang, Hanna kurang berani untuk menahan lajunya permainan di lapangan.

“Hanna tadi kurang berani untuk nahan permainan. Harusnya saat lawan Jepang, dia sudah tahu mereka lebih ulet. Harusnya Hanna lebih sabar, tapi karena terburu-buru dia jadi mati-mati sendiri,” tutur sang pelatih.

“Hanna dan Okuhara itu tipe permainannya hampir sama, malah sebenarnya Hanna lebih ada serangannya. Tapi Okuhara unggul di fisik dan bolanya yang rapi,” ungkap Bambang.

Faktor fisik ini lah yang menjadi perhatian Bambang kepada anak binaannya nanti. Menurut Bambang, ia akan menambah porsi latihan fisik tunggal putri di Pelatnas Cipayung.

“Kalau fisiknya unggul, otomatis di lapangan mereka juga akan lebih percaya diri. Nah kalau sudah percaya diri, saya yakin mereka mampu bersaing di lapangan, bahkan dengan atlet yang kelasnya di atas mereka,” kata Bambang lagi. (IR)