Turnamen Nasional
Home > Berita > Turnamen Nasional > [Astec Open 2018] Tunggal Anak-anak Putra Pastikan Gelar Juara
07 Desember 2018
[Astec Open 2018] Tunggal Anak-anak Putra Pastikan Gelar Juara

Pertandingan kejuaraan Astec Open 2018 sudah memasuki babak semifinal yang berlangsung di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Jumat (7/12) tadi. PB Djarum memastikan satu gelar juara di nomor tunggal anak-anak putra, setelah di laga tadi dua pemainnya berhasil meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Ke dua pemain itu adalah Hendry Leander dan M Afiq Dzakwan Arief.

Hendry sendiri lolos ke final setelah mengalahkan rekan satu klubnya Gregorius Farrel Frandrico dalam pertarungan berdurasi 30 menit dan menang dua game langsung. Di game pertama, Hendry menang dengan angka jauh, 21-10 tetapi di game dua justru Hendry dipaksa bermain adu setting dan menang tipis, 22-20.

"Senang akhirnya bisa masuk ke final. Memang di laga tadi, game pertama saya mainnya lebih sabar dibandingan dengan Gregorius yang selalu terburu-buru jadi dia banyak buat salah. Game dua tadi sempat kendor karena capek banget tapi untung bisa dikejar," ujar pemain lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016.

Sementara itu, Afiq yang berjumpa dengan wakil PB Exist Jakarta Nazriel Ezy Diniola juga berhasil menang dalam pertarungan dua game. Di game pertama menang dengan angka, 21-13 dan di game duanya Afiq pun menang dalam adu setting, 22-20 tepat di menit ke 40.

"Memang dari awal sudah yakin bisa kalahkan lawan dan Alhamdulillah, di pertandingan tadi juga mainnya lepas aja. Walau di game dua tadi sempat ada perlawanan tetapi di angka kritis saya mainnya bisa lebih lepas lagi."kata pemain kelahiran Makassar.

Dengan demikian, pada babak final Astec Open 2018 yang berlangsung, Sabtu (8/12) besok. Afiq dan Hendry akan berjumpa untuk memperebutkan gelar juara. Baik, Afiq maupun Hendry memiliki keyakinan jika mereka dapat mengalahkan.

Kata Afiq, jika dirinya yakin bisa mengalahkan Hendry di laga final nanti. "Optimis sih, soal pernah kalahkan dia, bahkan dilatihan pun juga sering menang," beber Afiq.

"Di final nanti, saya harap bisa main seperti hari ini. Mainnya sabar tidak terburu-buru. Meski lawan teman sendiri pastinya akan main all out. Pastinya saya dan dia sama-sama tidak mau kalah." tutup Hendry. (ds)