Turnamen Nasional
Home > Berita > Turnamen Nasional > Kejuaraan Dunia Yunior China Tak Lagi Mendominasi
26 April 2010
Kejuaraan Dunia Yunior China Tak Lagi Mendominasi
 
 

Setelah tampil perkasa pada kejuaraan Asia Yunior 2010 lalu, China tak lagi mendominasi pada kejuaraan dunia Yunior 2010. Dari lima partai final, China hanya memastikan merebut satu gelar juara melalui nomor ganda putri setelah terjadi all China final. China juga hanya menempatkan satu pasang ganda campuran di partai final. Di sisa tiga nomor lainnya, tak ada satupun wakil China menembus partai final. Di ganda putra, Malaysia juga telah memastikan merebut satu gelar juara, setelah terjadi final sesama pemainnya.

Di Suo di tunggal putri yang juga merupakan juara Asia Yunior 2010, tak berdaya saat menghadapi pemain Jepang, Misaki Matsumoto. Di Suo kalah dengan rubber game 21-17, 20-22, 19-21. Di final Misaki Matsumoto telah di tunggu oleh unggulan utama asal Thailand, Ratchanok Intanon.

Langkah pemain tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen semakin tak terbendung. Setelah mengalahkan unggulan utama asal China Huang Yuxiang di babak perempat final, ganti pemain India, Sai Pranet dikalahkannya di babak semifinal dengan 19-21, 21-15, 21-15. Keberhasilan itu mengantarnya bertemu dengan Ji Wook Kang asal Korea Selatan di babak final. Ji Wook Kang sendiri di babak semifinal mengalahkan pemain India lainnya Prannoy H.S dengan 21-13, 21-9.

Partai final ganda putra dikuasai dua pasang Malaysia yang akan saling berusaha untuk merebut gelar juara. Nelson Wei Keat Heg/Ee Yi Teo akan menghadapi unggulan kedua, Yao Han Ow/= Hong Kheng Yew. Dalam usaha menuju partai puncak, Nelson Wei Keat Heg/Ee Yi Teo mengalahkan pasangan Hongkong, Chun Hei Lee/Ka Long Ng dengan 21-8, 7-21, 21-11. Sementara Yao Han Ow / Hong Kheng Yew mengalahkan andalan Denmark, Kim Astrup/Rasmus Fladberg dengan 21-16, 27-25.

Final ganda putri akan menjadi partai ulangan final kejuaraan Asia Juior 2010 lalu. Jinhua Tang/Huan Xia akan ditantang kembali oleh rekannya Yixin Bao/Dongni Ou pada partai puncak. Di ganda campuran akan saling berhadapan di partai final antara unggulan utama asal China, Cheng Liu/Yixin Bao dengan pasangan Korea Selatan Ji Wook Kang/Hye In Choi.

Riyanto Subagja

Sementara itu pada lanjutan penentuan peringkat 5-8, pemain tunggal putra Indonesia. Riyanto Subagja hanya berhasil menduduki peringkat ke delapan setelah mengalami dua kali kekalahan. Kekalahan pertama di alami saat menghadapi pemain China, Yuxiang Huang dengan 15-21, 8-21. Kekalahan kedua dialami saat menghadapi pemain Thailand Pisit Poodchalat dengan 15-21, 18-21. Official tim Indonesia, Sigit Budiarto mengakui penurunan kondisi fisik Riyanto setelah menumbangkan unggulan 3/4 asal Malaysia, Zulfadli Zulkifli di perdelapan final dengan 21-19, 20-22 dan 21-18. "Setelah pagi hari main ketat lawan Malaysia, kondisi fisik dan konsentrasi Riyanto menurun drastis. Jadi dia tidak bisa mengembangkan bentuk permainannya," tutur Sigit mengenai kekalahan Riyanto di perempat final hingga berlanjut pada perebutan peringkat. Namun Sigit menegaskan Indonesia tetap berpeluang meraih medali di Youth Olympic di Singapura bulan Agustus mendatang. "Kualitas putra kita tidak kalah. Kita kalah di persiapan. Negara lain sudah mempersiapkan atletnya sekitar 1-2 tahun sebelumnya untuk kejuaraan ini. Kalau di nomor putri, saya akui kita tertinggal dari bahkan dari kekuatan baru seperti Jepang dan Thailand," ungkap Sigit. Indonesia sebagai negara besar bulutangkis sudah seharusnya berbenah diri untuk mengejar ketertinggalan. (AR/HK)