Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN NASIONAL > PB Djarum Borong Juara Ganda Putra, Piala Bergilir Terbang ke Korea
08 Mei 2011
PB Djarum Borong Juara Ganda Putra, Piala Bergilir Terbang ke Korea
 
 

Surabaya - Empat gelar juara Ganda Putra di arena Piala Walikota Surabaya, berhasil disapu bersih PB Djarum. Kedigjayaan Ganda Putra PB Djarum sudah terlihat setelah menjuarai semua kelas, U15, U17, U19 hingga kelas dewasa.

Yahya Adi Kumara/Yantoni Edy Saputra berhasil memetik kemenangan pertama untuk PB Djarum, diunggulkan ditempat pertama mereka mampu mengatasi Cho Jong Woo/Seo Seung Jae dari Korea dengan 21-14, 14-21 dan 21-17.

Kemenangan dilanjutkan dengan U17, Jeka Wiratama/Rafiddias Akhdan Nugroho mampu mengatasi rival abadi mereka, Rizko Azzuro/Wildan Atmaja dari PB Guna Dharma. Setelah berbagi angka 21-14 dan 10-21, pertarungan game ketiga lebih seru dan menegangkan. Jeka/Rafiddias balik tertinggal 8-9 dan 10-11 di interval. Mereka pun melesat 18-15, dan sempat membuat match point 20-19. Lalu balik tertinggal 20-21, namun beruntung mereka bisa menutup game terakhir ini dengan 23-21 saat Rizko menyangka bola servis Jeka keluar.

Arya Maulana/Edi Subaktiar mampu melawan Ronald/Selvanus beserta ratusan penonton yang mendukung tuan rumah. Arya/Edi menang tipis 21-19 di game pertama atas pemain asal PB Jaya Raya Suryanaga/PB Hi Qua Wima, tetapi ketegangan Arya membuat permainan Arya/Edi di game kedua tidak berkembang dan kalah 16-21. Tetapi, keadaan berbalik di game ketiga. Arya terlihat lebih percaya diri dan bisa mengeluarkan kemampuannya. Arya/Edi mengunci sang lawan diangka 8, saat mereka mampu meraih 7 angka berturut-turut dan unggul 17-8. Mereka pun mengepalkan tangan diudara saat skor menginjak 21-13.

“Tadi emang sempat tegang sekali. Tetapi kata Mas Sigit (Sigit Budiarto –red), saya disuruh main yakin dan percaya diri, dan gak usah memikirkan menang atau kalah,” papar Arya.

Ia pun sedikit berkomentar tentang pertandingan yang dilakoni Arya/Edi. Ia berujar, memang atlet-atlet muda masih sering demam panggung, dan selalu memikirkan menang atau kalah, tapi ia pun menaruh harapan untuk kedepannya, anak didiknya akan lebih percaya diri.

Kemenangan pun Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki atas Andhika Anhar/I Komang Sandy dengan 21-17 dan 21-18. Dengan demikian Rian/Yonathan menjadi juara ganda dewasa putra sekaligus melengkapi kemenangan Djarum di semua level ganda putra.

“Menurut saya ini awal yang bagus buat (PB) Djarum, dan akan menjadi modal untuk kedepannya nanti,” papar Sigit Budiarto.

PB Djarum sendiri berhasil menempatkan delapan wakil di final, dan semuanya berhasil merebut gelar juara. Tetapi sayang, PB Djarum kalah tipis dari Korea yang membungkus sembilan gelar juara. Sang manager tim, Lee Deuk Choon mengungkapkan ia akan melakukan evaluasi untuk sektor ganda putra, dimana ia merasa di nomor ini anak buahnya tak satupun yang berhasil menjadi juara, dan hanya menempatkan satu finalis saja di U15.

“Ganda putra Indonesia bagus-bagus, kami masih tertinggal,” ujar sang Manajer dari negeri gingseng tersebut

Ia pun menilai jika pasukan U19 masih harus dipoles lagi, sementara untuk U17, U15 dan U13, ia merasa cukup puas meski berharap bisa mendapatkan hasil lebih baik.

“Ini salah satu upaya kami memberikan pengalaman lebih kepada anak didik kami, apalagi kami tahu Indonesia negara yang bagus di bulutangkis, dan saya tahu di kejuaraan ini akan ada pemain-pemain terbaik Indonesia,” pungkasnya.

Diboyongnya piala bergilir Piala Walikota Surabaya ke Seoul menjadi salah satu sinyal kuat jika Korea akan memiliki atlet-atlet potensial dalam dua atau tiga tahun mendatang.