Turnamen Nasional
Home > Berita > Turnamen Nasional > Cina Pertahankan Piala Thomas
16 Mei 2010
Cina Pertahankan Piala Thomas
 
 

Piala Thomas kembali bersemayam di negeri Tirai Bambu, China. Tim Thomas Cup Indonesia dipaksa menyerah kalah 0–3 dari tim Thomas Cup China. Indonesia pun harus puas hanya dengan menjadi runner up. Hasil ini sedikit lebih baik jika di bandingkan Thomas Cup 2008 lalu yang dilangungkan di Jakarta, dimana timThomas Cup Indonesia hanya mampu menjadi semifinalis. Penampilan apik Taufik Hidayat pada babak Final, belum cukup untuk mengimbangi permainan fantastis sang “Super Dan”. Berulang kali serangan-serangan Taufik Hidayat mentah oleh pertahanan dan kecepatan Lin Dan. Lin Dan masih terlihat unggul dalam kualitas serangan dan pertahanan. Taufik menyerah straight set dengan 7-21, 14-21. "Lin Dan sedang dalam usia emasnya seperti saya waktu seusia dia. Kali ini memang milik Lin Dan," tutur Taufik mengomentari kekalahannya.

Harapan Indonesia untuk meraih angka kemenangan dari partai kedua melalui Markis Kido/Hendra Setiawan pun pupus. Juara ganda putra Olimpiade Beijing ini menyerah dari lawan yang dikalahkannya pada saat final Olimpiade Beijing lalu, Cai Yun / Fu Haifeng. Markis Kido/Hendra Setiawan di awal set pertama bermain menyerang. Kido yang biasa bermain di belakangpun bermain apik di depan net. Berulang kali cegatan dan netting Kido membuahkan angka. Paruh set pertama milik mereka dengan 11-6. China merubah service pendek yang biasa dilakukan dengan banyak memberikan service jauh ke belakang. Taktik ini membuahkan hasil. Markis Kido/Hendra Setiawan terlihat tidak siap dan berakibat pertahanan mereka terbuka. Setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15, keadaan berbalik, pasangan China memimpin menjadi 17-20. Meski Kido/Hendra sempat mengajak deuce menjadi 20-20, set pertama menjadi milik pasangan China dengan 23-25. Set kedua Markis Kido/Hendra Setiawan tetap konsisten dengan pola menyerangnya. Sementara pasangan China semain sering membuat kesalahan. Set kedua akhirnya menjadi milik pasangan Indonesia dengan 21-16. Memasuki set ketiga konsentrasi Markis Kido/Hendra Setiawan menurun drastis. Kesalahan sering dilakukan juara Japan Open Super Series 2009 ini. Melihat hal ini, pasangan China semakin berani menyerang dan unggul cepat dengan 12-21. Hasil ini merubah rekor pertemuan pribadi mereka menjadi 3-4 untuk Cai Yun/Fu Haifeng sekaligus Tim Thomas Cup China unggul secara tim menjadi 2–0 atas Indonesia.

"Set pertama kita kecolongan, kemudian set kedua bermain dengan enak. Set ketiga agak kebingungan karena berbagai strategi tidak berjalan," ungkap Hendra Setiawan.

Simon Santoso pada partai ketiga sempat memberikan harapan untuk tim Thomas Cup Indonesia. Simon terlihat lebih sabar dan tidak terjebak dengan pola permainan Chen Jin. Simon pun lebih sering menurunkan bola dan berani memberikan netting tipis. Meski sempat tertinggal dalam perolehan angka, Simon berhasil merebut set pertama dengan 21-19. Set kedua tempo permainan tak juga berubah. Paruh set kedua Simon sempat unggul 11-10. Kesalahan yang tak semestinya di buat oleh Simon ditambah Keputusan wasit yang menyatakan fault atas pukulan Simon, membuatnya kecewa. Chen Jin pun menjauh menjadi 16-19. Set kedua akhirnya milik Chen Jin dengan 17-21 setelah smes Chen Jin gagal dikembalikan Simon. Chen Jin yang mendapat angin setelah kemenangannya di set kedua langsung menyerang pada set ketiga. Kelelahan fisik membuat Simon tak mampu melayani permainan cepat Chen Jin. Chen Jin menutup perlawanan Simon dengan 10-21 sekaligus menghantar tim China mempertahankan piala Thomas. (AR)