Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Wawancara bersama Minarti Timur
05 Agustus 2009
Wawancara bersama Minarti Timur

Minarti Timur adalah salah satu atlet bulutangkis Indonesia yang dilahirkan oleh PB Djarum, yang meraih juara 4 kali Indonesia Open di cabang Ganda Campuran.   Atlet kelahiran Kota Pahlawan pada 24 Maret 1968 ini berpasangan dengan Tri Kusharjanto, dan di beberapa event berpasangan dengan Sandiarto dan Bambang.

Beberapa prestasi yang berhasil diukirnya antara lain, Mara World Cup 1995 (Berpasangan dengan Sandiarto), juara World Cup 1995, juara Indonesia Open tahun 1995 sampai 1998, finalis All England 1997, juara Malaysia Open 1996, juara Singapore Open 1996, juara Thailand Open 1994, finalis Japan Open 1997, juara Japan Open 2001 (Berpasangan dengan Bambang), juara German Open 1996, juara ABC 2001, silver-medalist Olympic Sidney 2000, bronze-medalist Asian Games 1998, silver-medalist Asian Games 1990 (Team Event), juara SEA Games 1995.

Kita dapat banyak belajar dari perjuangan dan pengalamannya. Berikut adalah penggalan wawancara jurnalis PB Djarum dengan Minarti Timur :

PB Djarum : Latihan, bagi seorang atlet adalah menu utama. Pada saat kondisi fisik dan mental kita prima, latihan dihadapi dengan semangat. Tapi pada kondisi yang lain, latihan menjadi amat menjenuhkan. Apa kiat Anda ketika menghadapi situasi tersebut?

Minarti Timur : Memang terkadang latihan membuat seorang atlet merasa jenuh. Tetapi dengan berpikir positif, serta tujuan dan motivasi yang tinggi untuk bisa meraih prestasi, serta mencoba menikmati dan menyukai setiap porsi latihan, menurut saya akan membuat latihan terasa lebih ringan.

PB Djarum : Menurut Anda bagaimana peran pelatih di mata atlet?

Minarti Timur : Pelatih mempunyai andil cukup besar, karena dalam program latihan yang bagus dan pendekatan yang baik dengan atlet-atletnya, akan meningkatkan motivasi mereka untuk berlatih dengan maksimal. Dengan pelatih, atlet juga bisa bertukar pikiran. Jadi tidak hanya menerima program latihan tapi juga bisa berpikir bagaimana dan latihan apa yang tepat untuk mereka. Intinya untuk membuat atlet lebih maju.

PB Djarum : Lalu bagaimana dengan kehadiran klub seperti PB Djarum misalnya?

Minarti Timur : PB Djarum mempunyai andil cukup besar untuk mendukung atlet-atletnya. Misalnya, pada sang atlet sedang mengalami kesulitan atau masalah sementara mereka jauh dari keluarga. Klub akan memberikan mereka rasa tenang sehingga mereka bisa berkonsentrasi hanya pada program latihan. Sehingga mereka dapat meraih hasil maksimal.

PB Djarum : Bagaimana langkah seorang atlet dalam menyikapi kekalahan dan kemenangan?

Minarti Timur : Kalau menang pasti senang dan bangga, tapi jangan menjadi sombong dan lengah atau malas-malasan berlatih, karena di luar banyak sekali orang yang ingin mengalahkan. Jadi harus selalu siap untuk pertandingan selanjutnya. Kalau kalah, boleh bersedih namun jangan putus asa. Renungkan apa kekurangan kita dan mencoba mencari penyebab kekalahan. Kurang kuat atau kurang lincah? Atau defence jelek? Dan lain-lain, sehingga kita bisa memperbaikinya di latihan.

PB Djarum : Lalu bagaimana dengan persiapan untuk menghadapi pertandingan yang menentukan?

Minarti Timur : Biasanya malam sebelum bertanding dan sebelum tidur saya selalu menyempatkan waktu untuk merenungkan lawan yang akan dihadapi, kelebihan dan kekurangannya. Strategi apa yang akan dipakai besok. Jadi dibayangkan saja kira-kira bagaimana besok harus main. Dan jangan lupa untuk berdoa, pasrah saja, minta kepada Tuhan supaya besok bisa bermain maksimal.

PB Djarum : Boleh tau apa aktivitas Anda di waktu-waktu senggang?

Minarti Timur : Paling-paling sekedar cari makan. Terus kalau sabtu dan minggu, saya ke gereja dan setelah itu baru pergi ke mall atau supermarket, kalau memang ada yang perlu dibeli. Jadi waktu saya lebih banyak saya habiskan di rumah.

PB Djarum : Bagaimana dukungan keluarga terhadap profesi Anda sebagai atlet bulutangkis?

Minarti Timur : Sangat besar, terutama papa saya (alm). Beliau yang selalu menghantarkan saya berlatih dan bertanding, khususnya sewaktu saya masih junior di Surabaya. Tapi sayang beliau meninggal tahun 1999 setahun sebelum saya meraih medali perak di Olimpiade Sydney 2000.

PB Djarum :   Sampai hari ini, apakah masih ada cita-cita yang belum tercapai?

Minarti Timur : Sebagai seorang atlet, saya rasa tidak ada lagi cita-cita yang belum tercapai. Saya selalu berterima kasih pada Tuhan karena diberi kesempatan untuk membela nama bangsa dan negara, klub saya PB Djarum, dan membuat orang tua serta keluarga saya bangga. Dan itu sudah lebih dari apa yang pernah saya bayangkan.

PB Djarum : Terakhir, apa pesan dan harapan Anda kepada atlet-atlet muda, terutama atlet-atlet PB Djarum?

Minarti Timur : Saat ini walaupun orang menganggap remeh dengan prestasi Indonesia yang sedang menurun, saya berharap atlet-atlet muda jangan putus asa. Tidak ada yang tidak mungkin asalkan mau berusaha, latihan yang rajin dengan disiplin diri baik di dalam maupun di luar lapangan, kalian pasti bisa berhasil. Dan jangan lupa untuk berdoa karena semua dapat terjadi hanya karena kehendak-Nya.

"Dan saya berterima kasih kepada klub PB Djarum yang menjadi tempat saya bernaung sejak 1987 sampai sekarang. Semoga PB Djarum sukses melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional di waktu-waktu yang akan datang."