Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Wawancara bersama Arinda Sari Sinaga
06 November 2011
Wawancara bersama Arinda Sari Sinaga

Jika anda menyaksikan TVRI dan menonton pertarungan Arinda Sari Sinaga dengan Linda Mulia Pratiwi dari PB Mutiara, tentu anda akan berdecak kagum tentang persaingan ketat di game pertama. Dimana baru berakhir dengan skor 29-30. Tetapi, putri pasangan Mafrudi Sinaga dan Afriani Marpaung ini mampu mengambil dua game berikutnya. Ia menang dengan 21-11 dan 21-16. Berikut petikan wawancara PB Djarum bersama putri pertama dari lima bersaudara ini.

PB Djarum : Halo Arinda, selama ya sudah bisa juara, bisa ceritakan bagaimana pengalamanmu saat bertanding tadi?
Arinda : Iya terima kasih. Tadi sebetulnya di game pertama harusnya bisa menang, tapi karena saya tegang dan masih agak ragu-ragu untuk bermain jadinya malah kalah. Tipis banget padahal itu, tapi memasuki game kedua dan ketiga permainan saya sudah bisa saya keluarkan, dan memberanikan diri untuk tidak menyerah.

PB Djarum : Setelah ini, kamu akan berlaga dimana?
Arinda : Belum tahu, tapi kan masih ada dua turnamen tersisa. Astec Open sama Pertamina Open, tapi belum tahu akan dikirim atau tidak.

PB Djarum : Bagaimana target di Djarum Sirnas 2012?
Arinda : Tahun depan saya akan bermain di kelas taruna. Agak takut sih, karena takut tidak bisa bersaing, tetapi mau tidak mau saya sudah harus bertarung di taruna, dan mudah-mudahan siap untuk mengimbangi persaingan nanti.

PB Djarum : Oh iya, sebelum menjadi juara, dulu bagaimana bisa terjun di dunia bulutangkis?
Arinda : Saya mulai bulutangkis usia 10 tahun, waktu itu sering ikut Papa main bulutangkis, karena emang Papa yang hobi main bulutangkis. Awalnya Cuma ikut latihan-latihan saja, tapi Papa akhirnya memutuskan untuk memasukkan saya ke klub.

PB Djarum : Bagaimana sampai akhirnya bergabung ke PB Djarum?
Arinda : Waktu itu saya masih di PB Jakarta Raya, terus diusulkan sama pelatih untuk tes di PB Djarum. Dan akhirnya tahun 2010 lalu saya diterima di PB Djarum.

PB Djarum : Setelah di PB Djarum kamu harus tinggal di Kudus dan jauh dari keluarga, bagaimana kamu mengatasinya? Apalagi kamu masih remaja
Arinda : Yang pasti kangen, kadang bisa sampai menangis kalau kangen. Keluarga saya semuanya di Medan, hanya boleh pulang kalau tahun baru dan hari raya idul fitri. Saya sendiri biasanya paling kangen sama Mama dan adik keempat dan kelima saya.

PB Djarum : Cita-citamu di bulutangkis itu seperti apa sih?
Arinda : Saya sangat mengidolakan Susi Susanti, dan berharap semoga saya bisa seperti Susi. Bisa memberikan kebanggaan kepada bangsa ini. saya sudah mantap ingin jadi atlet.

PB Djarum : Oke Arinda, terima kasih atas waktunya. Dan selamat atas gelar juaranya.
Arinda : Iya, sama-sama. Doakan terus saya bisa berprestasi ya.