Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Wawancara Bersama Andrei Adistia
04 November 2012
Wawancara Bersama Andrei Adistia

Belum genap satu tahun dipasangkan dengan Christopher Rusdianto, Andrei Adistia berhasil menorehkan prestasi manis di India pada Desember tahun lalu. Dua kejuaraan internasional digelar di India, dimulai dengan menjadi semifinalis di India Open International Challenge 2011, dan menutupnya dengan India Open Grand Prix Gold 2011 dimana mereka berhasil menembus babak final. Berikut petikan wawancara kami bersama Andrei.

PB Djarum : Hai Andrei, apa kabar? Kegiatan selama Januari ini apa saja?
Andrei : Baik, sekarang kembali fokus latihan

PB Djarum : Kamu belum satu tahun berpasangan sama Christopher, menurut kamu bagaimana permainanmu bersama Christopher sejauh ini?
Andrei : Ya, saya dipasangkan sama Christopher kurang lebih baru delapan bulan, sebagai pemain ganda kita harus bisa cepat beradaptasi dengan pasangan, dan sekarang saya sudah mulai terbiasa berpasangan dengan Christopher.

PB Djarum : Di India, kamu berhasil sampai ke final India Open Grand Prix Gold, dan semifinal India Open International Challenge, bagaimana kamu menilai hal tersebut?
Andrei : Iya, setelah juara di Bahrain International Challenge saya merasakan performa kami mulai meningkat. Dan akhirnya bisa sampai jadi runner up di turnamen sebesar grand prix gold, padahal untuk India Challenge kami hanya sampai di semifinal. Tentu ini hasil yang positif bagi saya.

PB Djarum : Selama di India, pertandingan mana yang menurut kamu paling sulit untuk dilalui?
Andrei : pertandingan paling berkesan ya di final. Sayang saya kalah di final. Tetapi kalau untuk babak-babak sebelumnya saya puas bisa mengalahkan unggulan dua dan tiga, Ruud Bosh/Koen Ridder dari Belanda dan Ingo Kindervater/Johannes Schoettler asal Jerman.

PB Djarum : Menurut kamu kesulitan seperti apa yang kamu hadapi saat menghadapi pemain Eropa?
Andrei : Postur mereka yang menyulitkan. Mereka tinggi, jadi bola yang datang kearah kami bisa lebih tajam, tapi kalau kami berhasil melakukan penempatan bola dan sering melakukan variasi pukulan silang, biasanya mereka malah tidak bisa bermain. Itu yang kami manfaatkan untuk bisa menang kemarin.

PB Djarum : Sebelum berangkat ke India, kamu bawa target apa kesana?
Andrei : Sebetulnya saya tidak menyangka bisa sampai ke final India Open GPG. Saya hanya ingin bermain semaksimal mungkin. Eh malah bisa sampai ke final, mungkin sudah rejekinya.

PB Djarum : Apa sebelum ke India ada persiapan khusus?
Andrei : Persiapan khusus? Tidak ada, sama saja seperti turnamen-turnamen lainnya.

PB Djarum : Di awal tahun ini, kamu akan turun di turnamen apa?
Andrei : Mungkin nanti bisa dikirim ke Vietnam Challenge atau Australia Grand Prix Gold.

PB Djarum : Target untuk 2012 bagaimana?
Andrei : Target saya untuk tahun ini, saya ingin bisa menembus ranking 30 dunia, dan bisa memenangkan setiap pertanidngan yang saya jalani.

PB Djarum : Oke, Andrei terima kasih atas waktunya dan semoga targetnya bisa tercapai.
Andrei : Amin, sama-sama.